Blok Montara

YPTB sebagai lembaga yang tak henti-hentinya berjuang mempertahankan martabat rakyat NTT khususnya di Timor Barat terus bertanya, sejauh mana keseriusan pemerintah dalam penanganan pencemaran lingkungan akibat tumpahan minyak Blok Montara.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Blokade. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blokade. Tampilkan semua postingan

03/02/12

Argentina Dituding Rancang Blokade di Falkland

Inggris menuding Argentina merancang blokade ekonomi di Kepulauan Falklands dengan melarang seluruh penerbangan dari Cile terbang ke kepulauan itu. Padahal bandara yang berada di kepulauan ini merupakan satu-satunya bandara yang menghubungkan Amerika Selatan ke seluruh dunia.

“Jika maskapai LAN asal Cile dibatalkan, akan sulit untuk menolak tesis yang dipercaya bahwa ada blokade ekonomi terhadap penduduk di Falklands,” kata seorang diplomat senior Inggris kemarin.

Presiden Argentina Cristina Fernandez de Kirchner telah mengumumkan ancaman untuk menunda penerbangan yang dioperasikan secara mingguan oleh maskapai Cile dari Kota Punta Arena di Cile ke kota Port Stanley di kepulauan Falklands.

Jika blokade ini diberlakukan, kata diplomat itu, penduduk Kepulauan Falklands akan terisolasi. Eskalasi ketegangan antara Inggris dan Argentina akan semakin meningkat.

Anggota Majelis Legislatif Kepulauan Falkland, Barry Elsby, mengatakan, dengan riuhnya persoalan ini selama berbulan-bulan, kemungkinannya warga di kepulauan akan hidup seadanya. “Ini menyedihkan, terutama bagi warga Cile yang bekerja dan hidup di sini karena mereka tidak bisa pergi. Dan ini memalukan bagi warga Cile yang didikte,” ujarnya.

Sebaliknya, diperkirakan 250 warga Cile yang melakukan perjalanan lewat London ke Argentina, di antara keluarga 600 korban tewas pada perang Argentina, juga menderita akibat larangan terbang tersebut. Pasalnya, mereka tidak bisa mengunjungi makam para korban perang. Setiap bulan LAN berhenti di Rio Gallegos, Argentina lokasi pemakaman itu.

Pada September lalu, sinyal eskalasi ketegangan kedua negara telah disuarakan oleh Fernandez di Perserikatan Bangsa Bangsa. Ia mengancam melakukan tekanan jika Perdana Menteri Inggris David Cameron menolak membahas masalah kedaulatan di kepulauan itu.

“Kami akan menunggu lebih lama, namun sebaliknya kami akan melakukan tekanan untuk mengkaji kembali perjanjian sementara,” kata Fernandez.

Cameron tetap menolak untuk membahasnya. Ia malah geram dan menuding pemerintah Argentina melakukan kolonialisme dalam kampanyenya untuk mendapatkan kembali kepulauan itu. Argentina tak kalah sengit dengan menyatakan Inggris mencuri wilayahnya sekitar 300 mil arah selatan perairan Atlantik pada 1833 silam.

31/01/12

Ancaman Blokade Selat Hormuz Tambah Beban Subsidi Listrik

Ancaman blokade Selat Hormuz akan berpotensi melambungkan harga minyak. Dengan adanya kenaikan harga minyak, maka akan menambah beban pada subsidi listrik.

Anggota Komisi VII DPR RI Satya W Yudha mengatakan, jika harga minyak naik, maka akan menyebabkan kenaikan harga bahan bakar jenis batubara dan gas. Karenannya, dia menilai adanya kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 10 persen per 1 April 2012 bisa menjadi solusi.

"Tapi tergantung juga harga energi primer juga lho. Kalo harga minyak naik, harga batubara dan gas juga naik, subsidi listrik naik. Kalo subsidi listrik gampang ngitungnya itu diliat dari harga energi primernya saja," ujar Satya kepada okezone di Jakarta, Selasa (31/1/2012).

Menurutnya, jika harga minyak mencapai USD150 per barel maka subsidi listrik juga akan meningkat secara signifikan dan menyebabkan defisit anggaran yang sangat besar. "Kalo harga minyak naik pasti harga listrik membengkak, dan subsidi bisa lebih dari Rp66 triliun," tegasnya.

Meski begitu, Satya melanjutkan, masalah kenaikan TDL yang diminta pemerintah, masih harus dibicarakan dengan DPR, terkait dampak dari kenaikan tersebut. "Kita mau ngitung inflasinya, segmen pasar terus bagaimana itu dibarengi dengan rencana pembatasan BBM. Ini yang belum dibicarakan lebih lanjut lagi dengan kita," jelasnya.

Menurutnya, dalam rapat badan anggaran memang telah diputuskan subsidi untuk listrik sebesar Rp44 triliun dan sudah termasuk penghematan akibat kenaikan TDL tersebut. "Tetapi kan belum diomongin sama DPR. Penghematannya bisa dihitung subsidinya kan pertama Rp66 triliun sekarang bisa Rp44 triliun jadi sekitar Rp22 triliun penghematannya," pungkasnya.

Kisruh Selat Hormus Tak Akan Ganggu Pasokan Minyak

Embargo Uni Eropa (UE) terhadap ekspor minyak Iran, akan menambah tekanan terhadap harga minyak. Meski begitu, anggota penghasil minyak yang tergabung dalam Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) memastikan tidak akan ada kekurangan minyak di pasar.

Sekjen OPEC Abdullah al-Badri mengatakan dia tidak khawatir tentang minyak di pasar, meskipun OPEC memompa sekira 600 ribu barel per hari (bph).

Seperti diketahui, Eropa telah meningkatkan tekanan terhadap Iran, dengan mengancam akan melarang ekspor minyak Iran, produsen terbesar kedua OPEC, karena program nuklirnya di Teheran.

"Ini akan meningkatkan volatilitas di pasar, tidak ada keraguan tentang itu," demikian diungkapkan Badri di sela-sela konferensi energi di London Gedung Chatham seperti dilansir dari Reuters, Selasa (31/1/2012).

"Yang pasti, akan ada tekanan untuk jangka waktu tertentu," tambahnya.

Badri mengatakan, embargo sebenarnya bukan alat terbaik untuk berkomunikasi dengan negara manapun. "Dialog adalah satu-satunya cara kita dapat memecahkan masalah, bukan ancaman di sana-sini," tegas dia.

Minyak Brent sendiri diperdagangkan di atas USD111 per barel. Dalam kondisi normal, pasar akan berharap minyak tetap dikisaran USD100 per barel. "USD100 per barel adalah harga yang cocok untuk produsen maupun konsumen. Dalam keadaan normal, ini cerminan permintaan pasar," tutur dia.

Dia mengatakan, kondisi pasar saat ini lebih baik ketimbang adanya gangguan di Libya yang sangat mengganggu output. "(Sekarang) tidak ada kekurangan di mana saja di dunia, saya benar-benar merasa nyaman. Ini karena keputusan OPEC 2012, saya sangat senang," katanya.

Pentagon Siapkan Basis Militer Apung ke Timteng

Pentagon berencana untuk membangun basis militer apung untuk Angkatan Laut Amerika Serikat (AL AS) yang ada di Timur Tengah. Hal itu ditujukan untuk mewaspadai serangan dari Iran, militan Al Qaeda Yaman, dan perompak Somalia.

AL AS tampak memperbaharui kapal-kapalnya yang usang dan dan berupaya untuk mendirikan basis bagi pasukannya di Timur Tengah. Basis apung yang sering disebut "mothership" tampaknya akan sangat berguna untuk menempatkan speed-boat dan helikopter yang akan digunakan oleh pasukan NAvy SEAL.

Juru bicara AL AS Letnan Mike Kafka tidak menjelaskan basis militer apung yang akan dikirim ke Timur Tengah. AL AS hanya mengumumkan bahwa mereka hendak mempercepat pengiriman dari basis militer tersebut.

Lokasi yang jelas terkait penempatan basis militer apung tersebut juga tidak diutarakan. Namun, tampaknya basis itu akan ditempatkan di dekat Teluk Persia agar AS dapat mewaspadai setiap ancaman pemblokiran Selat Hormuz yang sering dilontarkan oleh Iran. Demikian seperti diberitakan Washington Post, Selasa (31/1/2012).

AS sendiri sudah memiliki pangkalan AL yang besar di Bahrain serta dua buah kapal induk yang berpatroli di perairan tersebut. Basis pertahanan terapung tampaknya akan menjadi instrumen yang meningkatkan kekuatan AL AS dan menjadi pusat komando dari misi rahasia di lepas pantai.

Keberadaan basis militer apung itu juga akan menandai kembalinya misi pengamanan maritim yang dilakukan oleh Navy SEAL. Hingga saat ini, pasukan elit itu sudah menghabiskan banyak waktunya di perang Irak dan Afghanistan.

23/01/12

Perancis-Inggris Gabung AS di Selat Hormuz

Kapal-kapal Inggris dan Perancis bergabung dengan kelompok kapal induk Amerika Serikat dalam armada enam kapal perang yang melewati perairan sensitif Selat Hormuz, kata Departemen Pertahanan Inggris Minggu (22/1/2012).

Kementerian itu mengatakan, satu kapal Angkatan Laut Kerajaan, HMS Argyll, merupakan bagian dari kelompok kapal induk yang dipimpin Amerika Serikat berlayar melalui Selat Hormuz, di mana Iran telah mengancam untuk menutup setelah tindakan Barat menjatuhkan sanksi-sanksi baru atas program nuklir Teheran.

Seorang juru bicara mengatakan: "HMS Argyll dan satu kapal Perancis bergabung dengan kelompok kapal induk AS transit melalui Selat Hormuz, untuk menggarisbawahi komitmen internasional tak tergoyahkan mereka dalam mempertahankan hak-hak berdasarkan hukum internasional."

Ia mengatakan Inggris mempertahankan "kehadiran terus -menerus di wilayah itu sebagai bagian dari kontribusi abadi kita untuk keamanan Teluk". Kapal perang Inggris telah berpatroli di Teluk terus menerus sejak tahun 1980-an. Selat Hormuz adalah rute transit utama untuk pasokan minyak global.

Para menteri luar negeri Uni Eropa bertemu di Brussels pada Senin yang diperkirakan setuju terhadap pemberian sanksi kepada Bank Sentral Iran dan mengumumkan embargo pembelian minyak Iran. Amerika Serikat, Perancis, Inggris dan Jerman menuduh Iran berusaha membangun bom nuklir, namun Teheran berkali-kali menegaskan bahwa program nuklirnya untuk kepentingan damai. 
Sumber :ANT, AFP

21/01/12

Penutupan Selat Hormuz Masih Jadi Opsi Iran

"Iran tidak akan mencoba untuk memblokir Selat Hormuz kecuali jika kekuatan asing berusaha untuk "mengetatkan jerat" dalam pertikaian nuklir yang terus meningkat dengan Barat" kata Mohammad Khazaee, Duta Besar Iran untuk PBB pada acara Charlie Rose di televisi Amerika Serika, Kamis (19/1/2012).
Ia mengacu pada strategi rute pelayaran, yang merupakan jalur penting bagi seperlima perdagangan minyak dunia.

"Tidak ada keputusan untuk memblokir dan menutup Selat Hormuz kecuali Iran terancam serius dan seseorang ingin mengencangkan simpulnya," kata Khazaee di acara Charlie Rose. "Kami percaya bahwa Selat Hormuz harus menjadi selat perdamaian dan stabilitas," tambah utusan itu. "Tetapi jika kekuatan asing ingin membuat masalah di Teluk Persia, tentu saja akan menjadi hak Iran serta negara-negara lainnya di kawasan itu untuk mencoba membela diri."

Di tengah spekulasi yang berkembang tentang sebuah serangan militer terhadap fasilitas nuklir Iran, Khazaee mengatakan, ketegangan yang meningkat harus diakhiri melalui "perdamaian, dialog, dan stabilitas."

Iran telah menuduh Israel terlibat dalam pembunuhan ilmuwan nuklirnya. Namun Duta Besar itu mengatakan, dia tidak berpikir Israel akan mencoba untuk membom fasilitas nuklir Iran. "Ada cukup banyak politisi yang bijak di seluruh dunia untuk menasihati mereka dalam kasus jika mereka ingin melakukan itu, agar tidak melakukannya," katanya.

Amerika Serikat, Perancis, Inggris, dan Jerman menuduh Iran sedang berupaya untuk membangun bom nuklir. Iran berulang kali mengatakan, program atomnya untuk kepentingan damai. PBB mengatakan, saat ini ada "kebutuhan mendesak" untuk meredakan ketegangan antara Iran dan Barat melalui dialog.

Solusi itu "juga mencakup kebutuhan pada pihak Pemerintah Iran untuk membuktikan kepada masyarakat internasional bahwa nuklir mereka adalah program untuk tujuan damai," kata juru bicara PBB Martin Nesirky. Dia menambahkan, karena Selat Hormuz berperan penting untuk pasokan minyak, maka Sekjen PBB Ban Ki-moon percaya "adalah penting bahwa wilayah perlintasan bebas itu dijamin sesuai dengan hukum laut."

Ban telah membahas ketegangan Iran dengan para pemimpin dari China dan negara-negara Teluk selama pembicaraan dalam beberapa hari terakhir.

Sumber :ANT, AFP

20/01/12

Kapal Induk AS Uji Ancaman Iran

USS Abraham Lincoln
Kapal induk USS Abraham Lincoln tiba di Laut Arab, Kamis (19/1/2012), kata para pejabat Angkatan Laut AS. CNN melaporkan, kedatangan kapal itu bisa menjadi permulaan untuk menguji peringatan Iran baru-baru ini terhadap pengiriman sebuah kapal induk AS ke kawasan Teluk melalui Selat Hormuz.

Lincoln bergabung dengan USS Carl Vinson yang sudah lebih dulu berada di wilayah tersebut. Dengan begitu Angkatan Laut AS kini kembali pakem operasinya, yaitu menempatkan dua kapal induk di sana. Kapal induk USS John Stennis meninggalkan kawasan itu beberapa waktu lalu dan sekarang dalam perjalanan pulang melalui Pasifik Barat.

Lincoln merupakan kapal induk AS pertama yang berlayar kembali ke Teluk Persia melalui Selat Hormuz sejak ketegangan dengan Iran meningkat. Para pejabat militer AS mengatakan kepada CNN, AS akan melanjutkan komitmen jangka panjang militernya untuk menempatkan sebuah kapal induk di Teluk, tetapi tidak akan mengatakan kapan kapal itu melintasi Selat Hormuz terkait masalah keamanan dengan Iran.

Beberapa minggu lalu, saat Stennis meninggalkan Teluk, para pejabat Iran memperingatkan AS untuk tidak mengirimkan sebuah kapal induk lain. Dalam beberapa tahun terakhir, AS telah menempatkan satu kapal induk di Teluk dan satu di Laut Arab Utara untuk jangka waktu yang lama.

Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta, mengatakan, kehadiran angkatan laut dan militer AS di wilayah tersebut tidak akan berubah dan tingkat kehadiran saat ini dinilai cukup untuk menangani setiap situasi yang mungkin timbul.

"Kami selalu mempertahankan kehadiran yang sangat kuat di daerah itu," kata Panetta, Rabu. "Kami punya armada Angkatan Laut yang terletak di sana. Kami memiliki kehadiran militer di wilayah itu. Dan kami secara terus-menerus mempertahankan kehadiran yang kuat di kawasan tersebut untuk membuat jelas bahwa kami akan melakukan segala kemungkinan demi membantu mengamankan perdamaian di belahan dunia itu."

Seorang pejabat senior AS mengakui, Pentagon terus melihat Angkatan Laut Iran yang dikontrol Korps Garda Revolusi Iran di Teluk Persia sebagai yang lebih agresif ketimbang angkatan laut biasa.
Sumber : CNN

05/01/12

Iran Ancam Kapal Induk AS

Brigadir Jenderal Ataollah Salehi
Selasa, 3 Januari 2012 /1/2012,  Iran melalui Kepala Staf Angkatan Darat Brigadir Jenderal Ataollah Salehi kepada kantor berita resmi Iran IRNA, mengancam akan mengambil tindakan apabila kapal induk Amerika Serikat, yang pekan lalu meninggalkan Teluk Persia menuju Laut Oman melewati zona latihan militer Iran, kembali lagi ke Teluk Persia.

 Kapal induk yang dimaksud Salehi adalah USS John C Stennis (CVN-74), salah satu kapal induk bertenaga nuklir terbaru andalan Angkatan Laut AS (US Navy). Kapal tersebut didampingi kapal penjelajah berpeluru kendali USS Mobile Bay yang pekan lalu bergerak keluar dari Teluk Persia melalui Selat Hormuz menuju kawasan di Laut Oman tempat latihan militer besar-besaran AL Iran. 

Pihak Departemen Pertahanan AS mengatakan, pelayaran kapal tersebut adalah pelayaran rutin yang sudah dijadwalkan jauh hari sebelumnya, dan tak ada kaitannya dengan latihan militer Iran. Armada Kelima US Navy berpangkalan di Bahrain, negara pulau yang terletak di dalam Teluk Persia. AS selalu menempatkan paling tidak satu gugus tempur kapal induk di dalam atau di dekat Teluk Persia sepanjang waktu untuk menjaga jalur penting pasokan minyak dunia.

Iran dan AS saling mengancam setelah Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz apabila negara-negara Barat menerapkan embargo minyak dan AS membalas dengan ancaman tidak akan menoleransi tindakan itu.

Sumber : AFP/Reuters

03/01/12

Sanksi AS Disambut Uji Rudal

Iran memasang rudalnya di atas kapal-kapal perang Angkatan Lautnya sejak dimulainya latihan perang dekat Selat Hormuz pada 24 Desember. Latihan perang yang berakhir pada Senin 2 Januari 2012 ditutup dengan uji  rudal serta mempraktikkan formasi taktik baru untuk menutup selat Hormuz jika diperlukan. 
“Rudal yang dibuat oleh para pakar Iran ini berhasil mengenai target dan menghancurkannya. Ini pertama kali rudal Ghader diuji coba,” ungkap Juru Bicara Angkatan Laut Iran Komodor Mahmoud Mousavi, dikutip AFP. “Angkatan Laut Iran telah menguji coba dua tipe rudal lainnya pada Senin (2/1), yakni rudal Nour dari darat ke udara yang memiliki jangkauan 200 kilometer dan rudal anti-kapal Nasr yang berjarak pendek,”imbuhnya.
Pemimpin Iran telah memperingatkan bahwa penambahan sanksi Barat dapat memaksa mereka menutup Selat Hormuz yang menjadi pusat transit 20% minyak dunia.
“Tidak setetes minyakpun melintasi Selat Hormuz jika sanksi-sanksi diberlakukan,” kata Wakil Presiden Iran Mohammad Reza Rahimi.
 Iran juga mengumumkan telah berhasil membuat sendiri batang bahan bakar nuklir yang menjadi sumber energi reaktor nuklir. Batang bahan bakar yang mengandung uranium alam itu sudah diuji coba di dalam salah satu inti reaktor riset di Teheran.

Sanksi bagi Iran.

Dalam sanksi terbaru ini, setiap lembaga keuangan seluruh negara di dunia, baik milik swasta maupun pemerintah, termasuk bank sentral, dipaksa harus memilih, melakukan transaksi dengan Iran atau AS. Jika bank-bank tersebut masih melakukan transaksi dengan bank sentral Iran, mereka dilarang berhubungan dengan institusi keuangan AS.

Larangan ini berlaku untuk setiap transaksi keuangan yang berkaitan dengan jual beli minyak atau produk minyak. Sanksi tersebut bertujuan mencekik sumber pemasukan utama Iran dari komoditas minyak bumi yang selama ini dicurigai sebagai sumber dana bagi program nuklir Iran.

Meski demikian, beberapa pejabat pemerintahan Obama sendiri khawatir bahwa sanksi terbaru, yang disetujui mayoritas anggota Kongres, ini, bisa mengganggu hubungan AS dengan para sekutunya atau dengan negara-negara berpengaruh, seperti Rusia dan China, yang selama ini membeli minyak dari Iran.

Sumber : AFP/AP/Reuters/DHF